Menghadapi masalah dengan sikap
yang positif akan memicu kreatifitas dan potensi kita. Menemukan solusi atas
suatu masalah akan memberikan kelegaan dan kepuasan hati. Berbagai penemuan
besar telah dicapai berkat ketekunan dari para penemu justru ketika mereka
menghadapi banyak kendala dan masalah. Pemecahan masalah merupakan
langkah-langkah kreatif dari anak tangga kesuksesan. Jadi, solusi permasalahan
kita akan datang dari usaha-usaha kita memahami akan pemecahan masalah
tersebut.
A. Apa akibat
dari masalah-masalah yang tidak dipecahkan?
1. Jika kita menunda
penyelesaian masalah yang kita hadapi maka akan menimbulkan berbagai masalah
baru ( akumulasi efek gunung es ).
2. Masalah tersebut
akan memperbesar resiko yang akan dihadapi.
3. Kita akan
mengalami stagnasi, kebingunan saat harus memutuskan jalan mana yang harus
dipilih.
B. Apa manfaat jika
kita memiliki kesiapan menghadapi masalah ?
1. Masalah selalu
ada. Saat kita merasa tidak memiliki masalah justru saat itulah kita sedang
bermasalah. Karena sikap kita yang cuek, hati yang dingin atau mati rasa.
Memiliki prediksi dan dapat mengantisipasi keadaan dengan lebih baik merupakan
salah satu manfaatnya.
2. Tingkat resiko dan
kegagalan yang fatal dapat diminimalkan. Resiko tidak akan semakin fatal jika
kita memiliki kesiapan menghadapi masalah.
3.
Ada
rencana alternatif dan solusi terbaik saat menghadapi
masalah. Seperti alternatif yang terbaik, alternative yang terburuk atau
alternatif menengah.
4. Tetap memiliki
rasa percaya diri dan optimisme yang positif.
5. Tidak merasa panik
atau mengalami kekacauan.
6. Memiliki daya
tahan yang lebih, tenang dan mampu untuk tetap survive walaupun masalahnya
belum selesai.
C. Sumber dari
Permasalahan
Berdasarkan survey
Asosiasi Mediasi Internasional terdapat 5 sumber permasalahan, yaitu:
1. Perbedaan Nilai
atau Values:
Ada
orang yang
memiliki nilai ketat (kaku) dan ada orang yang memiliki nilai
longgar (kompromi).
2. Hubungan:
Permasalahan hubungan antara atasan dan bawahan, suami dan istri, orang tua dan
anak, dan hubungan persahabatan. Berbagai macam hubungan di atas seringkali
terjadi karena komunikasi, emosi, motivasi yang berbeda, ego, asumsi dan
sebagainya. Tapi jika ditarik benang merahnya maka penyebabnya adalah
permasalahan iri hati, dengki, ketidak jujuran, fitnah, tidak terbuka atau
pengkhianatan.
3. Kepentingan atau
Interest:
Banyak orang memiliki kepentingan dan interest yang berbeda-beda. Kepentingan
dan interest tidak mungkin bisa langsung diungkapkan apa adanya. Contoh:
Dalam kepentingan politik, diperlukan diplomasi dan lobi-melobi untuk bisa
mengungkapkan kepentingannya.
Ada
orang yang memiliki temperamen seperti
politikus. Dan dinyatakan orang-orang yang memiliki temperamen seperti
politikus
di atas 70%. Jika kepentingan-kepentingan itu tidak diungkapkan dengan baik
maka
tidak menutup kemungkinan terjadi masalah.
4. Perbedaan Struktur
atau Tingkatan:
Contoh:
Ada
orang tua yang tersinggung karena yang lebih muda dianggap tidak
tahu berterima kasih, sebaliknya yang lebih muda menganggap yang tua tidak mau
berubah, keras kepala, kuno dan sebagainya.
Ada
pula atasan yang marah kepada
bawahannya karena dianggap memberontak.
5. Data atau
Informasi:
Contoh:
Ada
permasalahan antara atasan dan bawahan. Suatu waktu ada sms
yang tidak masuk karena jaringan operator yang hang. Tanpa disadari komunikasi
pesan lewat sms merupakan komunikasi yang sangat rentan. Informasi yang ingin
disampaikan lewat sms tersebut yaitu setelah jam kerja ada rapat penting yang
harus dihadiri. Karena sms tersebut tidak diterima maka bawahannya tersebut
langsung pulang. Keesokannya keluarlah
surat
pemecatan. Masalah datang bukan
hanya dari manusia saja tapi bisa dari informasi atau data.
D. Barriers dari Solving the Problems
1. Pesimis
2. Takut salah
3. Takut mengambil
resiko
4. Mudah menyerah
5. Mengabaikan
masalah / fakta
6. Masa bodo
7. Tidak percaya diri
8. Kurang kreatif
E. Kemampuan yang harus
dimiliki sebelum terjadi masalah
1. Self
Control: Kemampuan untuk
menguasai diri secara emosi, pikiran dan tindakan.
2. Self
Awareness: Kemampuan untuk bisa
mengerti keadaan diri sendiri dan mengevaluasi diri.
3. Self
Adaptive: Kemampuan untuk
beradaptasi. Memang tidak selalu mudah beradaptasi. Tapi kita membutuhkan
Karakter untuk mampu untuk beradaptasi, walaupun bersifat temporary. Artinya
pada waktu terjadi masalah kita pasti bisa menghadapinya karena kita memiliki
penguasaan diri, terlatih untuk tidak tidak langsung reaktif tapi responsif
(bertanggung jawab).
Sikap
Karakter yang diperlukan dalam memecahkan masalah :
1. Positif
2. Kreatif
3. Inisiatif
4. Inovatif
5. Efektif
F. Kesimpulan
Mari kita mengasah 3 sikap
untuk dapat memecahkan masalah:
1. Self Control,
melalui sikap ini kita bisa menjadi orang yang responsif bukan reaktif.
2. Self Awareness,
tidak sombong tapi hati-hati, mengerti orang lain, menahan diri, dan
mengevaluasi diri artinya tidak bertindak cepat, menghakimi tanpa data yang
pasti. Karena Kebijakan itu lahir dari pertimbangan dan pertimbangan lahir dari
Self Awareness.
3. Self Adaptive,
tidak mungkin dalam hidup kita tidak fleksibel. Karena kabel yang tidak lagi
fleksibel bukan lagi kabel tapi besi. Dan besi itu menyakitkan.
G. The Words of Wisdom
1. The best way
to escape from a problem is to solve it.
2. Setiap pemecahan
masalah akan menjadi aturan yang bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah
lainnya. ( René Descartes )
3. Orang yang positif
akan melihat masalah sebagai sebuah peluang.
4. Selalu ada jalan
keluar meskipun harus berbalik arah.
5. Masalah yang
dihadapi tidak pernah melampaui kemampuan kita untuk menyelesaikannya.
Masalah merupakan pemicu kreatifitas