sEnyum DaLam PenDeritaan

August 4th, 2007 by ag-xin

    
       
          Senyum dalam Penderitaan
       
    
      

   

   

   
      

Andaikan kita bisa mendapatkan
Buku sejarah kehidupan
Orang-orang berbahagia
Dan membacanya dengan seksama,
Maka kita akan menemukan di dalamnya
Sengsara dan penderitaan
Sama seperti yang terdapat dalam
Buku sejarah kita sendiri.
Yang membuat mereka berbahagia
Bukanlah tidak adanya sengsara,
Bukanlah tidak adanya penderitaan.
Yang membuat mereka berbahagia
Adalah kemampuan untuk melewati
Setiap penderitaan
Dengan kebulatan tekad
Dan senyum di bibir
Walaupun air mata mengalir.

SAMA BODOH, SAMA JELEK

August 4th, 2007 by ag-xin

Sekali lagi aku bilang,
Semalas-malasnya aku,
Ada kamu yang sama malasnya,
Sebodoh-bodohnya aku,
Ada kamu yang sama bodohnya.
Terima kasih, Sahabat
Karena kau ada disampingku,
Aku tidak merasa sendirian.
Karena sejelek-jeleknya aku,
Ada kamu yang sama jeleknya.

KEBAIKANMU

August 4th, 2007 by ag-xin

Kebaikanmu seperti mata air suka cita,

Yang memberi penawar kepada hati yang luka,
Dan membawa senyum kepada yang ada di sekitarmu.
Kebaikan hatimu adalah harta berharga,
Bagi orang-orang di sekelilingmu,
Dan kau menjadi sahabat yang lebih berarti dari seorang saudara.

Seperti wewangian seribu bunga,
Begitulah kebaikan dalam setiap tindakanmu,
Ketahuilah, tidak ada satu pun tindakanmu
Yang terbuang percuma dan tidak berarti,
Karena semua yang kau lakukan itu adalah benih
Yang kelak akan bertumbuh subur

Kebaikanmu telah melakukan banyak,
Seperti matahari yang mencairkan gunung es,
Begitulah kebaikanmu akan mencairkan kekerasan,
Jika bagi orang lain harus dilakukan dengan kekuatan,
Tapi bagi kamu cukup dengan ekspresi kasih sayang,
Agar mereka membuka hati bagimu.

Lakukanlah kebaikanmu dengan tidak jemu-jemu,
Dengan cara apapun yang dapat kau pikirkan,
Dimanapun, pada saat kapanpun dan kepada siapapun,
Dan kau akan melihat kesempatan demi kesempatan,
Bagi yang lain untuk membuka pintu hati mereka,
Agar dapat kau pengaruhi secara positif.

KEKUATAN UNTUK BERSIKAP WIBAWA ‘TEGAS TETAPI LEMBUT

June 17th, 2007 by ag-xin

Sikap asertif adalah perpaduan antara filosofi hidup
yang benar dengan hal yang hendak disampaikan
. Sikap asertif seharusnya dimulai dari lingkup
yang terkecil yaitu lingkup keluarga dimana
orang dewasa
mengajarkan pada anak yang lebih kecil bagaimana bersikap asertif dengan
memberi keteladanan “ketegasan namun penuh kelembutan”.

Pak Jakoep memberi contoh bahwa
banyak karyawan keluar dari pekerjaan, banyak permasalahan yang dihadapi salah
satunya adalah hubungan dengan atasan, yang berpengaruh pada

gaya

berkomunikasi yang tidak asertif dari
atasan ke bawahan sehingga bawahan merasa mendapatkan perlakuan yang membuat
mereka tersinggung.

Bila kita tidak
bersikap asertif maka akan terjadi perpecahan, pertikaian, persinggungan, tidak
dapat berempati atau kelebihan berempati yang membuat kita dapat dimanipulasi.

Menurut Ibu Jajuk sikap asertif
dapat diajarkan pada anak kecil dan dipelajari juga oleh orang dewasa dengan
berani mengemukakan pemikiran yang didasari oleh ketegasan tetapi lembut, tidak
perlu menggunakan emosi yang berlebihan.

Tips dari Pak Jakoep dalam mengembangkan sikap asertif adalah
menyeimbangkan cara berpikir dan cara merasakan selain itu pendapat disampaikan
dengan kalimat, ekspresi yang jelas dengan waktu, cara dan content yang tepat
tanpa dilandasi sifat emosional yang berlebihan.

Pak Jakoep mengatakan bahwa kita
perlu belajar bersikap asertif karena orang lain tidak akan mengenal diri kita
bila kita tidak pernah mengeskpresikan diri kita selain itu kewibawaan
menunjukkan ketegasan namun juga kelembutan.

 

THE SPIRIT OF JUSTICE

June 17th, 2007 by ag-xin
 
 

THE SPIRIT OF JUSTICE
 
  Moderator : Mr. Jakoep Ezra & Mrs. Jajuk Ezra
 
  Keadilan seringkali dituntut dan dipermasalahkan. Karena
  keadilan merupakan hak asasi kita semua. Ketidakadilan selalu menimbulkan
  konflik, perpecahan bahkan pemberontakan dan peperangan. Namun kita
  seringkali lupa bahwa keadilan selalu dimulai dari diri kita pribadi. “yang
  adil” berarti yang wajar, masuk akal, benar, sesuai hukum  dan
  peraturan, pantas dan berlaku bagi semua orang.

 

 

Ketika kita menerapkan sikap
adil, maka keadilan itu akan menular kepada orang lain. Keadilan akan
berbuahkan kebenaran, kebajikan dan kedamaian. Rasa adil dimiliki secara
alamiah oleh semua orang, namun seringkali diabaikan dan dilanggar karena
tindakan mementingkan diri sendiri. Melakukan keadilan mungkin berarti
menahan diri dan memberi kesempatan kepada orang lain. Melakukan keadilan
berarti bersikap jujur, bijaksana dan memiliki toleransi kepada orang lain
tanpa pamrih.
            Bangsa yang
menjunjung tinggi keadilan mengakibatkan rakyat damai sejahtera. Pemimpin yang
adil memiliki pengikut yang setia. Orang yang adil bersinar bagaikan cahaya
fajar yang terbit semakin terang hingga rembang tengah hari.

A. Mengapa kita perlu
memiliki rasa keadilan?

1. Karena keadilan merupakan hak asasi setiap orang.
2. Karena keadilan adalah wujud dari otoritas dan sikap Tuhan.
3. Keadilan mewujudkan perdamaian dan kehidupan yang sejahtera.
4. Keadilan merupakan pagar nurani yang menahan kita dari perbuatan tirani.
5. Keadilan adalah bahasa universal yang dipahami semua orang.
6. Keadilan adalah parameter untuk bertindak tepat dan toleran.

B. Apa akibat jika kita kehilangan rasa keadilan?
1. Terjadi sikap arogan dan tindakan sewenang-wenang.
2. Timbul konflik, perpecahan , pemberontakan bahkan peperangan
3. Dikuasai oleh ambisi pribadi dan sikap egois.
4. Kehilangan sikap adil berarti kehilangan hikmat untuk bertindak bijaksana.
5. Mengakibatkan persaingan tidak sehat.
6. Memiliki banyak musuh.

C. Apa keuntungan memiliki sikap adil?
1. Membawa kedamaian dalam lingkungan komunitas.
2. Dapat menjadi pemimpin yang dicintai.
3. Memiliki banyak sahabat dan relasi.
4. Dituntun pada tindakan dan perbuatan yang benar.
5. Terhindar dari kejahatan dan kebencian.
6. Menerima berkat dan upah keadilan.

D. Memahami arti The
Spirit Of Justice

1. Sikap tidak memihak, memperlakukan semua orang sama tanpa memandang latar
belakang atau pamrih.
2. Pandangan yang wajar, pantas, masuk akal sesuai dengan hukum yang hakiki.
3. Kualitas konformitas (kesesuaian) terhadap kebenaran, fakta, nalar atau
ketepatan.
4. Semangat untuk melakukan kebenaran baik secara moral maupun hukum.
5. Memiliki sikap toleransi, kesamaan, tidak bertindak mementingkan diri
sendiri.

E. Barriers dari The
Spirit of Justice

1. Mengabaikan hukum dan standar moral.
2. Dikuasai ambisi dan egois.
3. sikap memihak dan subjektif
4. Arogan, memandang rendah hak orang lain.
5. Mencari keuntungan pribadi
6. Bersikap pamrih
7. Bertindak curang
8. Sikap membeda-bedakan (rasial, parsial dll.)

F. Bagaimana
mengembangkan The Spirit of Justice?

1. Bersikap tunduk kepada hokum Tuhan dan hokum yang berlaku.
2. Menghargai niali-nilai moral dan hak asasi sesame manusia.
3. Mengembangkan sikap positif, kesamaan dan objektif
4. Memiliki toleransi dan tenggang rasa kepada orang lain.
5. Belajar memahami situasi dan sudut pandang orang lain.
6. Membangun sikap win-win solutions.
7. Mengelola keterampilan untuk menangani dan mengatasi konflik.

G. Pertanyaan seputar
The Spirit Of Justice

1. Bagaimana agar selalu mawas diri terhadap sikap tidak adil?
2. Bagaimana menghadapi keadilan yang diputarbalikkan?
3. Apa yang harus dilakukan menghadapi pemimpin, orang tua atau otoritas yang
tidak adil?
4. Apa akibat perlakuan tidak adil dalam suatu institusi atau perusahaan?
Bagaimana solusinya?

H. Tips dan Conclusions
Keadilan dimulai dari sikap pribadi:
1. Tidak memihak
2. Tidak curang
3. Memiliki toleransi

I. The Words of Wisdom
1. Wisdom and prudence are the parents of justice.
2. Justice is the activity of God’s holiness.
3. Keadilan adalah nurani seluruh manusia.
4. Keadilan bukan berarti tindakan sepihak, melainkan bagi
kedua belah pihak.

5. Masalah ketidak-curangan itulah sebenarnya keadilan.
6. Selama masih ada penindasan, selalu akan ada doa yang
dipanjatkan.

7. Toleransi memberi keleluasaan bagi orang lain melalui
sikap menahan diri.

8. Kita mulai dapat memahami keadilan setelah
memakai”sepatu” orang lain.

9. Keadilan merupakan pagar nurani yang menahan kita dari
perbuatan tirani.

 

The Words of Wisdom

June 17th, 2007 by ag-xin

1. A man who doesn’t trust himself can never really trust
anyone else.

2. Keberuntungan selalu mengejar orang yang dapat
dipercaya.

3. Kepercayaan menentukan seberapa besar kekuatan hubungan
yang terjalin.

4. Respect cannot come from force – it must be won.
5. People may doubt what you say, but they will always
believe what you do.

6. Perbuatan berbicara lebih kuat daripada perkataan.

Membangun Kepercayaan

June 17th, 2007 by ag-xin

A.  Apa manfaat
jika kita sukses membangun Kepercayaan:

1. Jika bisa
dipercaya maka kita akan banyak mendapat peluang dan kesempatan.

2. Memiliki banyak
relasi atau network.

3. Mudah memperoleh
mitra dan modal usaha.

4. Mendapat dukungan
dan sinergi yang maksimal dari teamwork.

5. Mendorong
keyakinan dan rasa percaya diri yang lebih positif.

6. Menerima respek
dan penghargaan dari orang lain.

B. Pada area apa saja
kita harus membangun Kepercayaan:

1. Integritas
pribadi: Integritas pribadi merupakan jaminan terutama untuk dipercaya orang
lain. Kalau Integritas kita sudah tidak dipercayai dan tidak dapat
dipertahankan, sulit bagi kita untuk meraih Kepercayaan dari orang lain.
Dampaknya akan berpengaruh di dalam kehidupan kita, baik relasi di dunia bisnis
bahkan di area keluarga.

2. Kompetensi:
Kesempatan untuk mempresentasikan kompetensi harus dilakukan sebaik – baiknya.
Lakukan seakan – akan kita tidak punya kesempatan lagi. Jadi kita harus
memiliki ”spirit of excellent” dalam hidup sehingga orang mengenal kita dengan
segala kemampuan kita. Banyak orang yang tidak sungguh – sungguh dengan semua
kompetensi yang dimiliki sehingga orang tidak mengenal dan tidak
mempercayainya. Demikian juga sebaliknya apabila kita tidak mempunyai
kemampuan  jangan merasa sok. Saat mengalami masa pengujian dimana kita
diharapkan untuk dapat membuktikan kompetensi kita maka kita tidak dapat
melakukannya. Dan akhirnya orang tidak akan mempercayai kita.

3. Appointment atau
agreement: Berhati – hati dengan area ini. Jangan membuat janji kalau waktunya
tidak atau belum memungkinkan. Melainkan katakan kalau akan dilihat lagi waktu
atau schedule yang tepat dan memungkinkan.

4. Keuangan: Banyak
orang bisa terluka kepercayaannya karena ketidakhati-hatian dalam hal ini.

5. Iman atau
kepercayaan: Orang menilai kita sebagai pribadi yang bisa dipercaya, jika kita
membangun iman dan kepercayaan yang baik melalui ibadah-ibadah kita.

C. 5 Aspek dasar untuk membangun Kepercayaan :
 Sebelum
membahas 5 aspek dasar untuk membangun Kepercayaan, mari kita renungkan
beberapa hal :

 

 

 

 

 

a. Sebuah Kepercayaan tidak
  bisa dipaksakan, contohnya:
      - Orangtua tidak bisa memaksakan Kepercayaan pada anaknya.
  Keteladanan berbicara lebih kuat daripada perkataan.
      - Tim kerja atau anak buah kitapun tidak bisa dipaksakan untuk
  mempercayai kita.
      - Persahabatan: kita tidak mungkin memaksakan persahabatan
  kepada orang lain. Tapi kita harus membangun Kepercayaan orang tersebut
  kepada diri kita.
  b. Sebuah Kepercayaan dibangun oleh 2 pihak:
      - Sebuah pernikahan dibangun oleh Kepercayaan 2 belah
  pihak.
      - Sebuah network, agreement dan partnership dibangun oleh
  Kepercayaan.
      - Sebuah persahabatan dibangun oleh 2 belah pihak yang
  saling mempercayai.

 

5 Aspek dasar untuk membangun
  Kepercayaan:

 

1. Integritas:
  Menurut teori the fifth element Integritas adalah keselarasan antara pikiran,
  perasaan, perbuatan dan perkataan. Contohnya: Jika kita berjanji harus mampu
  menepatinya. Kalaupun tidak bisa ditepati kita harus meminta maaf dan
  mengatakan bahwa kita belum bisa menepatinya. Integritas berarti
  mempertanggungjawabkan dengan benar apa yang dipikirkan, dirasakan, diperbuat
  dan dikatakan.

 

2. Kebaikan:
  Kepercayaan dibangun oleh 2 belah pihak. Melalui perbuatan baik kita bisa
  menumbuhkan Kepercayaan seseorang terhadap diri kita. Menabung Kebaikan lebih
  baik daripada menabung uang. Tanpa Kebaikan tidak mungkin ada Kepercayaan.

 

3. Waktu: Waktu
  ternyata mampu membuktikan Kepercayaan itu benar atau tidak. Sebaik-baiknya
  atau seintegritasnya kita kalau hanya dilakukan sesekali atau sekali saja maka
  tidak mungkin dapat membangun Kepercayaan. Hal ini justru dapat menimbulkan
  kecurigaan. Namun jika kita bisa melakukannya dalam kurun waktu tertentu
  khususnya dalam ”waktu sulit” maka kebenarannya dapat terbukti.

 

4. Accountibility:
  Pertanggung jawaban atas apa yang dilakukan, dijanjikan atau dikatakan.
  Contohnya jika seseorang memiliki ide atau mimpi tapi tidak dilakukan maka
  menurut teori the fifth element orang tersebut tidak berintegritas.

 

5. Proven:
  Kepercayaan perlu dibuktikan, ditunjukkan, atau dinyatakan. Kepercayaan
  ternyata selalu timbal balik, tidak hanya berhubungan dengan diri sendiri
  saja.

 

 

 


D.

Barriers

dari

Building


Trust
:

1. Bersikap tidak
jujur

2. Tidak dapat
diandalkan

3. Tidak yakin pada
diri sendiri

4. Memanipulasi

5. Terus mengalami
kegagalan

6. Negatif dan
pesimis

7. Suka ingkar janji

8. Tidak tepat waktu

menghadapi masalah

June 17th, 2007 by ag-xin

Menghadapi masalah dengan sikap
yang positif akan memicu kreatifitas dan potensi kita. Menemukan solusi atas
suatu masalah akan memberikan kelegaan dan kepuasan hati. Berbagai penemuan
besar telah dicapai berkat ketekunan dari para penemu justru ketika mereka
menghadapi banyak kendala dan masalah. Pemecahan masalah merupakan
langkah-langkah kreatif dari anak tangga kesuksesan. Jadi, solusi permasalahan
kita akan datang dari usaha-usaha kita memahami akan pemecahan masalah
tersebut.

A.  Apa akibat
dari masalah-masalah yang tidak dipecahkan?

1. Jika kita menunda
penyelesaian masalah yang kita hadapi maka akan menimbulkan berbagai masalah
baru ( akumulasi efek gunung es ).

2. Masalah tersebut
akan memperbesar resiko yang akan dihadapi.

3. Kita akan
mengalami stagnasi, kebingunan saat harus memutuskan jalan mana yang harus
dipilih.

B. Apa manfaat jika
kita memiliki kesiapan menghadapi masalah ?

1. Masalah selalu
ada. Saat kita merasa tidak memiliki masalah justru saat itulah kita sedang
bermasalah. Karena sikap kita yang cuek, hati yang dingin atau mati rasa.
Memiliki prediksi dan dapat mengantisipasi keadaan dengan lebih baik merupakan
salah satu manfaatnya.

2. Tingkat resiko dan
kegagalan yang fatal dapat diminimalkan. Resiko tidak akan semakin fatal jika
kita memiliki kesiapan menghadapi masalah.

3. 

Ada

rencana alternatif dan solusi terbaik saat menghadapi
masalah. Seperti alternatif yang terbaik, alternative yang terburuk atau
alternatif menengah.

4. Tetap memiliki
rasa percaya diri dan optimisme yang positif.

5. Tidak merasa panik
atau mengalami kekacauan.

6. Memiliki daya
tahan yang lebih, tenang dan mampu untuk tetap survive walaupun masalahnya
belum selesai.

C. Sumber dari
Permasalahan

Berdasarkan survey
Asosiasi Mediasi Internasional terdapat 5 sumber permasalahan, yaitu:

1. Perbedaan Nilai
atau Values:

Ada

orang yang
memiliki nilai ketat (kaku) dan ada orang yang memiliki nilai
longgar (kompromi).

2. Hubungan:
Permasalahan hubungan antara atasan dan bawahan, suami dan istri, orang tua dan
anak, dan hubungan persahabatan. Berbagai macam hubungan di atas seringkali
terjadi karena komunikasi, emosi, motivasi yang berbeda, ego, asumsi dan
sebagainya. Tapi jika ditarik benang merahnya maka penyebabnya adalah
permasalahan iri hati, dengki, ketidak jujuran, fitnah, tidak terbuka atau
pengkhianatan.

3. Kepentingan atau
Interest:
Banyak orang memiliki kepentingan dan interest yang berbeda-beda. Kepentingan
dan interest tidak mungkin bisa langsung diungkapkan apa adanya. Contoh:
Dalam kepentingan politik, diperlukan diplomasi dan lobi-melobi untuk bisa
mengungkapkan kepentingannya.

Ada

orang yang memiliki temperamen seperti
politikus. Dan dinyatakan orang-orang yang memiliki temperamen seperti
politikus
di atas 70%. Jika kepentingan-kepentingan itu tidak diungkapkan dengan baik
maka
tidak menutup kemungkinan terjadi masalah.

4. Perbedaan Struktur
atau Tingkatan:
Contoh:

Ada

orang tua yang tersinggung karena yang lebih muda dianggap tidak
tahu berterima kasih, sebaliknya yang lebih muda menganggap yang tua tidak mau
berubah, keras kepala, kuno dan sebagainya.

Ada

pula atasan yang marah kepada
bawahannya karena dianggap memberontak.

5. Data atau
Informasi:
Contoh:

Ada

permasalahan antara atasan dan bawahan. Suatu waktu ada sms
yang tidak masuk karena jaringan operator yang hang. Tanpa disadari komunikasi
pesan lewat sms merupakan komunikasi yang sangat rentan. Informasi yang ingin
disampaikan lewat sms tersebut yaitu setelah jam kerja ada rapat penting yang
harus dihadiri. Karena sms tersebut tidak diterima maka bawahannya tersebut
langsung pulang. Keesokannya keluarlah

surat

pemecatan. Masalah datang bukan
hanya dari manusia saja tapi bisa dari informasi atau data.

D. Barriers dari Solving the Problems 

1. Pesimis

2. Takut salah

3. Takut mengambil
resiko

4. Mudah menyerah

5. Mengabaikan
masalah / fakta

6. Masa bodo

7. Tidak percaya diri

8. Kurang kreatif

E. Kemampuan yang harus
dimiliki sebelum terjadi masalah

1. Self
Control:
Kemampuan untuk
menguasai diri secara emosi, pikiran dan tindakan.

2. Self
Awareness:
Kemampuan untuk bisa
mengerti keadaan diri sendiri dan mengevaluasi diri.

3. Self
Adaptive:
Kemampuan untuk
beradaptasi. Memang tidak selalu mudah beradaptasi. Tapi kita membutuhkan
Karakter untuk mampu untuk beradaptasi, walaupun bersifat temporary. Artinya
pada waktu terjadi masalah kita pasti bisa menghadapinya karena kita memiliki
penguasaan diri, terlatih untuk tidak tidak langsung reaktif tapi responsif
(bertanggung jawab).

    Sikap
Karakter yang diperlukan dalam memecahkan masalah :

1. Positif

2. Kreatif

3. Inisiatif

4. Inovatif

5. Efektif

F. Kesimpulan

Mari kita mengasah 3 sikap
untuk dapat memecahkan masalah:

1. Self Control,
melalui sikap ini kita bisa menjadi orang yang responsif bukan reaktif.

2. Self Awareness,
tidak sombong tapi hati-hati, mengerti orang lain, menahan diri, dan
mengevaluasi diri artinya tidak bertindak cepat, menghakimi tanpa data yang
pasti. Karena Kebijakan itu lahir dari pertimbangan dan pertimbangan lahir dari
Self Awareness.

3. Self Adaptive,
tidak mungkin dalam hidup kita tidak fleksibel. Karena kabel yang tidak lagi
fleksibel bukan lagi kabel tapi besi. Dan besi itu menyakitkan.

 

G. The Words of Wisdom

1. The best way
to escape from a problem is to solve it.

2. Setiap pemecahan
masalah akan menjadi aturan yang bermanfaat untuk memecahkan masalah-masalah
lainnya. ( René Descartes )

3. Orang yang positif
akan melihat masalah sebagai sebuah peluang.

4. Selalu ada jalan
keluar meskipun harus berbalik arah.

5. Masalah yang
dihadapi tidak pernah melampaui kemampuan kita untuk menyelesaikannya.

Masalah merupakan pemicu kreatifitas

kekuatan cinta

June 17th, 2007 by ag-xin

Kekuatan dari sebuah
Cinta:

1. Mengubah paradigma/mindset (cara berpikir): Contohnya ada seorang anak
memiliki bentuk kepala yang aneh namun ibunya selalu berkata; “Anakku, rambutmu
bagus lho”. Akibatnya setelah anak tersebut sudah menjadi dokter, setiap kali
dia menyisir rambutnya dia selalu berkata; “Rambutku ini bagus lho”, dan anak
ini bertumbuh menjadi anak yang tidak minder namun bertumbuh dengan mental yang
confident. Melalui kekuatan cinta kita dapat melihat sesuatu yang negatif
menjadi sesuatu yang positif (tidak berarti bisa mentoleransi dan
mengkompromi).

2. Dapat memberikan kekuatan
yang baru: Seorang ibu yang sedang berbelanja ke supermarket mobilnya terbakar
sedangkan anaknya masih berada di dalam mobil. Tiba-tiba kaca mobil dipecahkannya
demi menyelamatkan anaknya. Jika bukan karena kekuatan cinta maka ibu tersebut
tidak mungkin mampu melakukannya. Saat ini banyak orang tua single parents,
diantaranya ada seorang ibu yang harus bekerja keras demi menyekolahkan
anak-anaknya. Ibu tersebut tidak ingin anak-anaknya susah dan menderita. Karena
cinta dan kasih sayang kepada anak-anaknya dia bekerja keras untuk
menyekolahkan mereka.

Pada prinsipnya Cinta dan Kasih
harus diekspresikan.

Ada

sebuah perkataan yang menyatakan bahwa “Lebih baik teguran yang nyata daripada
Cinta yang disembunyikan” artinya sebuah teguran yang dinyatakan secara terus
terang lebih baik daripada memiliki kasih dan cinta tapi tidak dinyatakan.

Cinta adalah kebutuhan
yang paling dasar dari setiap orang. Kebutuhan orang terdiri dari 3 macam
yaitu:

1. Sense of
Belonging: Perasaan bahwa diri kita dimiliki, dinantikan dan berarti.

2. Sense of
Worthiness: Kebutuhan yang menyatakan bahwa diri kita berharga. Ini hanya dapat
dinyatakan melalui konfirmasi. Seperti cerita di atas mengenai seorang anak
yang memiliki bentuk kepala yang aneh. Ibu anak tersebut dapat menerima anaknya
dengan melihat sisi positif dari anaknya. Melalui afirmasi (afirmation) terus
menerus anak tersebut bertumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.

3. Sense of Competence:
Pribadi yang berkemampuan. Saya adalah seseorang yang memiliki kemampuan.

Mengekspresikan Cinta kepada
orang yang dicintai sangatlah penting karena cinta itu menyatakan You are
Someone, You are Special, You are Loved dan menjadikan kita tetap kuat dan maju
karena kita berharga.

Keuntungan-keuntungan
Kekuatan Cinta:

1. Damai dan Bahagia:
Jika cinta tersebut dinyatakan maka akan membawa rasa damai, bahagia, dan
menimbulkan energi yang positif terhadap lingkungan sekitar.

2. Memiliki akses ke
orang lain: Kata cinta itu sendiri merupakan sebuah kekuatan untuk memiliki
akses ke orang lain. Contohnya;

Ada

seorang penjaga pintu di lingkungan kami yang kami berikan sedikit apresiasi
(kopi, teh, makanan kecil) sebagai pengekspresian cinta kasih dan perhatian
kami. Sampai suatu saat kami lupa membawa kunci pagar rumah kami. Akhirnya
dialah yang menolong kami untuk meloncat pagar dan membukakan pintu bagi kami.
Jadi melalui sedikit apresiasi untuk mengekspresikan cinta kasih, kami bisa
memiliki akses ke orang lain.

3. Sehat: Menurut
penelitian 80% orang sakit bersumber dari masalah mental seperti membenci,
kepahitan, dendam, dll dan 20% adalah karena virus. Terutama sakit kanker
menurut penelitian 90% karena emosional (dendam yang tidak diselesaikan) dan
sisanya yang 10% karena keturanan dan factor-faktor lainnya. Jadi jika kita
memiliki Cinta Kasih kita akan sehat jasmani dan rohani.

4. Produktif dan
Efektif: Contohnya seorang kepala keluarga yang mencintai istri dan anaknya
pasti akan lebih bersemangat saat bekerja. Seseorang bisa lebih produktif jika
memiliki seseorang yang dicintai. Bisa memaksimalkan talenta dan potensi yang
dimilikinya.

Bagaimana caranya
mengalahkan kebencian dengan Kekuatan Cinta:

1. Menyadari akan 3
kebutuhan di atas. Perasaan diterima, dikasihi, dihargai dan dianggap berarti
dan dianggap berkemampuan. Jika salah satu perasaan di atas diambil maka akan
berdampak kebencian, penolakan, kepahitan, dsb.

2. Menyadari bahwa
kebencian dan mencintai itu adalah pilihan. Caranya adalah jika kita belum bisa
mencintai jangan membenci terlebih dulu. Perlu waktu untuk proses menumbuhkan
kembali cinta dari perasaan membenci.

3. Mengampuni yang
menyakiti. Mengampuni adalah keputusan, mengampuni tidak sama dengan perasaan.
Karena untuk bisa memindahkan perasaan benci menjadi mencintai hanyalah dengan
mengampuni. Mengampuni merupakan suatu pilihan. Sakit hati tidak akan menolong
kita untuk menjadikan kita sehat khususnya untuk mental kita.

Ada

satu obat yang bisa menolong kita yaitu
mengampuni. Dalam hidup ini perlu siklus/momentum.

Ada

saatnya kita membenci dan ada saatnya
mengampuni. Marilah kita merilis kebencian-kebencian dalam hidup kita karena
kebencian itu adalah pilihan.

Hambatan-hambatan untuk
memberikan Cinta dan Pengampunan:

1. Sombong, merasa harga diri terlalu tinggi.
2. Keacuhan.
3. Kebencian, dendam.
4. Kepahitan.
5. Egoisme.
6. Pengetahuan tanpa tindakan.
7. Keapatisan
8. Kepasifan.
9. Kenyamanan.
10. Kejahatan.

3 Tips yang bermanfaat
untuk memiliki kasih sayang dan cinta dalam hidup kita:

Bagaimana membangun dan menggali diri kita sehingga kita bisa menjadi pribadi
yang mengampuni dan memiliki kekuatan untuk mengalahkan kebencian?
1. Bentuklah kerangka berpikir kasih.
2. Seimbangkan perasaan positif dan negatif.
3. Kasih sayang dan cinta itu harus diekspresikan.

The Power of Love (Kekuatan Cinta)

June 17th, 2007 by ag-xin

Makna
Cinta atau Kasih Sayang tidak hanya dapat ditemukan melalui Kasih Sayang antar
sesama, seperti hubungan antara pria dan wanita. Namun juga hubungan kasih
sayang antara anak dengan orang tua atau bahkan hubungan dengan sahabat. The
Power of Love (Kekuatan Cinta) juga menyadarkan kita bahwa sesama manusia kita
saling membutuhkan, sesama teman maupun sesama tetangga. Dan Kekuatan Cinta
juga dapat memulihkan hubungan yang retak.

Kekuatan dari sebuah
Cinta:

1. Mengubah paradigma/mindset (cara berpikir): Contohnya ada seorang anak
memiliki bentuk kepala yang aneh namun ibunya selalu berkata; “Anakku, rambutmu
bagus lho”. Akibatnya setelah anak tersebut sudah menjadi dokter, setiap kali
dia menyisir rambutnya dia selalu berkata; “Rambutku ini bagus lho”, dan anak
ini bertumbuh menjadi anak yang tidak minder namun bertumbuh dengan mental yang
confident. Melalui kekuatan cinta kita dapat melihat sesuatu yang negatif
menjadi sesuatu yang positif (tidak berarti bisa mentoleransi dan
mengkompromi).

2. Dapat memberikan kekuatan
yang baru: Seorang ibu yang sedang berbelanja ke supermarket mobilnya terbakar
sedangkan anaknya masih berada di dalam mobil. Tiba-tiba kaca mobil dipecahkannya
demi menyelamatkan anaknya. Jika bukan karena kekuatan cinta maka ibu tersebut
tidak mungkin mampu melakukannya. Saat ini banyak orang tua single parents,
diantaranya ada seorang ibu yang harus bekerja keras demi menyekolahkan
anak-anaknya. Ibu tersebut tidak ingin anak-anaknya susah dan menderita. Karena
cinta dan kasih sayang kepada anak-anaknya dia bekerja keras untuk
menyekolahkan mereka.

Pada prinsipnya Cinta dan Kasih
harus diekspresikan.

Ada

sebuah perkataan yang menyatakan bahwa “Lebih baik teguran yang nyata daripada
Cinta yang disembunyikan” artinya sebuah teguran yang dinyatakan secara terus
terang lebih baik daripada memiliki kasih dan cinta tapi tidak dinyatakan.

Cinta adalah kebutuhan
yang paling dasar dari setiap orang. Kebutuhan orang terdiri dari 3 macam
yaitu:

1. Sense of
Belonging: Perasaan bahwa diri kita dimiliki, dinantikan dan berarti.

2. Sense of
Worthiness: Kebutuhan yang menyatakan bahwa diri kita berharga. Ini hanya dapat
dinyatakan melalui konfirmasi. Seperti cerita di atas mengenai seorang anak
yang memiliki bentuk kepala yang aneh. Ibu anak tersebut dapat menerima anaknya
dengan melihat sisi positif dari anaknya. Melalui afirmasi (afirmation) terus
menerus anak tersebut bertumbuh menjadi pribadi yang percaya diri.

3. Sense of Competence:
Pribadi yang berkemampuan. Saya adalah seseorang yang memiliki kemampuan.

Mengekspresikan Cinta kepada
orang yang dicintai sangatlah penting karena cinta itu menyatakan You are
Someone, You are Special, You are Loved dan menjadikan kita tetap kuat dan maju
karena kita berharga.

Keuntungan-keuntungan
Kekuatan Cinta:

1. Damai dan Bahagia:
Jika cinta tersebut dinyatakan maka akan membawa rasa damai, bahagia, dan
menimbulkan energi yang positif terhadap lingkungan sekitar.

2. Memiliki akses ke
orang lain: Kata cinta itu sendiri merupakan sebuah kekuatan untuk memiliki
akses ke orang lain. Contohnya;

Ada

seorang penjaga pintu di lingkungan kami yang kami berikan sedikit apresiasi
(kopi, teh, makanan kecil) sebagai pengekspresian cinta kasih dan perhatian
kami. Sampai suatu saat kami lupa membawa kunci pagar rumah kami. Akhirnya
dialah yang menolong kami untuk meloncat pagar dan membukakan pintu bagi kami.
Jadi melalui sedikit apresiasi untuk mengekspresikan cinta kasih, kami bisa
memiliki akses ke orang lain.

3. Sehat: Menurut
penelitian 80% orang sakit bersumber dari masalah mental seperti membenci,
kepahitan, dendam, dll dan 20% adalah karena virus. Terutama sakit kanker
menurut penelitian 90% karena emosional (dendam yang tidak diselesaikan) dan
sisanya yang 10% karena keturanan dan factor-faktor lainnya. Jadi jika kita
memiliki Cinta Kasih kita akan sehat jasmani dan rohani.

4. Produktif dan
Efektif: Contohnya seorang kepala keluarga yang mencintai istri dan anaknya
pasti akan lebih bersemangat saat bekerja. Seseorang bisa lebih produktif jika
memiliki seseorang yang dicintai. Bisa memaksimalkan talenta dan potensi yang
dimilikinya.

Bagaimana caranya
mengalahkan kebencian dengan Kekuatan Cinta:

1. Menyadari akan 3
kebutuhan di atas. Perasaan diterima, dikasihi, dihargai dan dianggap berarti
dan dianggap berkemampuan. Jika salah satu perasaan di atas diambil maka akan
berdampak kebencian, penolakan, kepahitan, dsb.

2. Menyadari bahwa
kebencian dan mencintai itu adalah pilihan. Caranya adalah jika kita belum bisa
mencintai jangan membenci terlebih dulu. Perlu waktu untuk proses menumbuhkan
kembali cinta dari perasaan membenci.

3. Mengampuni yang
menyakiti. Mengampuni adalah keputusan, mengampuni tidak sama dengan perasaan.
Karena untuk bisa memindahkan perasaan benci menjadi mencintai hanyalah dengan
mengampuni. Mengampuni merupakan suatu pilihan. Sakit hati tidak akan menolong
kita untuk menjadikan kita sehat khususnya untuk mental kita.

Ada

satu obat yang bisa menolong kita yaitu
mengampuni. Dalam hidup ini perlu siklus/momentum.

Ada

saatnya kita membenci dan ada saatnya
mengampuni. Marilah kita merilis kebencian-kebencian dalam hidup kita karena
kebencian itu adalah pilihan.

Hambatan-hambatan untuk
memberikan Cinta dan Pengampunan:

1. Sombong, merasa harga diri terlalu tinggi.
2. Keacuhan.
3. Kebencian, dendam.
4. Kepahitan.
5. Egoisme.
6. Pengetahuan tanpa tindakan.
7. Keapatisan
8. Kepasifan.
9. Kenyamanan.
10. Kejahatan.

3 Tips yang bermanfaat
untuk memiliki kasih sayang dan cinta dalam hidup kita:

Bagaimana membangun dan menggali diri kita sehingga kita bisa menjadi pribadi
yang mengampuni dan memiliki kekuatan untuk mengalahkan kebencian?
1. Bentuklah kerangka berpikir kasih.
2. Seimbangkan perasaan positif dan negatif.
3. Kasih sayang dan cinta itu harus diekspresikan.